Melesatlah Nasyid

Posted: August 8, 2008 in Opini
Tags:

Grup nasyid bermunculan. Personelnya dari anak-anak hingga dewasa. Jenis musik Nasyid, sebelumnya lebih akrab di telinga kalangan pesantren. Kalaupun mampu berkiprah di luar pesantren, paling-paling hanya sekadar untuk perayaan hari-hari besar keagamaan semata.

Namun, secara perlahan keberadaan musik nasyid –yang melantunkan syair-syair bernafaskan Islam– itu, kini telah diakui dan mendapat tempat di tengah masyarakat luas.

Fenomena ini bisa dikatakan merupakan langkah awal menuju kebangkitan musik Islami. Buktinya, telah banyak grup nasyid muncul di berbagai acara dari mulai televisi, radio hingga konser. ”Jumlah penggemarnya pun kian hari kian menggelembung,” ungkap Muhammad Thufail, salah seorang vokalis Qatrunada, kelompok musik nasyid kenamaan di tanah air.

Tidak hanya itu saja. Menurut Thufail, sudah banyak tercatat artis dan grup musik bernuansa Islam yang dapat menembus pasar musik dunia. Di antaranya Usrah Ar-raihan Group, Raihan Group, Rabbani Rabbani, Hijaz Group, Brothers Group, Nadamurni Group, Arabic, Ar Rahmani bil Quran English, The Zikr Group, dan Usrah As-Shoff Group.

Kecuali itu masih ada Al-Anwar Group, Other Group, senandung Islami oleh Yusuf Islam yang dahulu dikenal sebagai penyanyi legendaris Cat Stevens, Malik Shahid, penyanyi islam kelahiran Quebec Kanada yang menyanyikan lagu-lagu hip-hop dan rap dengan syair-syair bernuansa Islam, dan Asahabu Taqwa (kelompok musik Islam kulit hitam).

Lalu bagaimana di Indonesia? ”Musik Islami pada saat ini berkembang cukup baik, salah satunya senandung Islami atau lebih dikenal dengan sebutan nasyid,” jelas Thufail. Seni musik Islam, lanjutnya, sangat mempengaruhi perkembangan kebudayaan di Indonesia. Banyak seni budaya tradisonal terutama musik dipengaruhi syair dan irama gaya musik Islam.

Seni nasyid merupakan bagian dari khasanah musik Islam Indonesia. Selain menampilkan keindahan suara, juga merupakan media dakwah yang cukup efektif. Kini, banyak sekali bermunculan grup nasyid yang personelnya dari kalangan anak-anak sampai orang dewasa. Tidak hanya berkembang di lingkungan pesantren tapi juga di sekolah-sekolah, kampus, hingga ke pelosok kampung.

Harus diakui, citra musik Islam adalah musik Arab memang masih kuat melekat pada nasyid. Kendati dalam perkembangannya telah bersinggungan dengan etnis lain. Contohnya, ada yang mengedepankan accapella [vokal], ada yang murni dengan rebana, tak sedikit menonjolkan unsur musik perkusi.

Di Indonesia, sebenarnya, irama-irama musik bernuansa Islami sudah lama didendangkan oleh kelompok musik asal Bandung, Bimbo. Kemudian Kantata Taqwa kian mempertebal kehadirannya. Tapi, seiring maraknya kehadiran stasiun televisi, kini cukup banyak bermunculan artis dan kelompok musik berirama Islam; Snada, Qatrunada, Kiai Kanjeng, dan Hadad Alwi.

Dapatkah artis dan kelompok musik nasyid bersaing dengan jenis musik lainnya yang lebih ngetren?. Tentunya jawabnya bisa. Ini bila melihat begitu antusiasnya penonton terutama anak-anak muda menyaksikan kelompok musik kondang asal Malaysia, Reihan, yang tampil beberapa waktu lalu di berbagai daerah di Indonesia.

Jumlah penonton konser grup musik ini, ternyata dapat mengimbangi penonton konser musik pop dan rock yang pernah ada. Tak mengherankan, Raihan, dapat merebut sebagian besar hati penikmat musik di Indonesia. Di Malaysia sendiri musik nasyid amat digemari dan mampu sejajar dengan musik pop dan rock.

Bahkan, lanjut Thufail, grup itu sempat manggung di hadapan Ratu Inggris, Elizabeth. Ini, merupakan pengakuan dunia terhadap kesenian Islam. Tidak hanya itu. Kini, Grup Raihan pun memulai debutnya dengan main di film Syukur 21.

Di Indonesia, grup musik nasyid Snada pun kini mempunyai banyak pengemar. Snada pun melesat menembus studio Musica, dan mampu melempar 10 ribu keping album. Grup vokal Snada ini juga berhak mendapatkan penghargaan ‘Platinum Award’ lewat album terakhirnya, Neo Shalawat.

Album Neo Shalawat bukan cuma diedarkan di Indonesia, tapi juga diluncurkan sampai ke negeri-negeri jiran. Konon, penjualan album ini di luar negeri cukup sukses. Jadilah nama Snada kian berkibar di jagad musik dalam negeri.

Selain Snada, kelompok musik lainnya yang kini meramaikan dunia musik nasyid adalah Qatrunada. Grup Nasyid asal Jakarta ini didirikan 1998 lalu. Grup yang beranggota empat orang vokalis pria ini telah melakukan pentas ke berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, Australia, Yordania, Prancis dan Jerman.

Ada sebuah cerita bisnis tarik suara Qatrunada berkembang. Tatkala mengunjungi sebuah negara, mereka selalu memperkenalkan musik nasyid tersebut kepada warga muslim setempat. Tak heran bila akhirnya musik nasyid yang mereka bawakan mudah diterima sebagai seni musik Islam.

”Keinginan kami ingin meluaskan ajaran Islam. Teknik dakwah bisa dilakukan banyak cara. Kali ini lewat hiburan yang Islami, sekaligus menghapus citra negatif tentang Islam yang selama ini banyak disalahartikan oleh orang lain,” papar Fairuz Abady, manajer Qatrunada.

Qatrunada beranggotakan Muhammad Thufail, Aburawah, Kurnia Sasmita dan Taufik Hakim. Sejak berdiri mereka telah menghasilkan enam album, Setitis Embun, Asmaul Husna, Takbir, Rafiqul A’la, Janji Tuhan itu Pasti, dan Kasih Sayang. Qatrunada berarti setetes embun, yang dimaksudkan dapat menjadi penyejuk hati manusia yang rentan dengan kealpaan dan sikap negatif.

Semua karya mereka mengajak manusia untuk selalu ingat dan beribadah kepada Allah SWT, dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya, yang dikemas dalam bentuk lagu dengan iringan perkusi. Meski nama Qatrunada telah populer di kalangan para pecinta nasyid, namun mereka enggan bila dikatakan sebagai artis.

Abdullah Gymnastiar, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhiid yang karib disapa Aa Gym –melalui radio MQ AM yang kini pindah jalur ke FM– pada setiap kesempatan selalu mengangkat nasyid.

Pertimbangannya, musik nasyid bisa menyejukkan dan bisa menjaga kehormatan dan meninggikan Islam di muka bumi bagi pedengarnya. ”Oleh karenanya, perlu dukungan dari radio, televisi, dan media cetak lainnya sehingga nasyid dikenal luas. Insya Allah, dengan begitu nasyid akan membumi,” kata Aa Gym.

Comments
  1. panji says:

    Assalamualaikum
    akhi,kalau shohib sama hawari ko ga ada?..
    ana lg nyari tp ga dpt2..
    kalau ada tolong muat ya..
    makasih..
    IslamDeGrit.blogspot.com

  2. cira says:

    Assalamu’alaikum

    seneng bgt klo nasyid bs dg mudah di dgr ga cm di radio atau acara2 khusus keagamaan…melesatlah lah nasyid mnuju kejayaan

    mksh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s